Startegi PA Batulicin Maksimalkan Layanan dimasa Pandemi

0
25

FOTO : BNews

BATULICIN,BalarindangNews.com-saudara, selama pandemi wabah corona (covid-19) di kab Tanah Bumbu (Tanbu) ternyata mempengaruhi kasus penceraian maupun talak cerai yang diajukan oleh warga ke Pengadilan Agama (PA) mengalami penurunan, “selama pademi ini justru mengalami penurunan, banyak penurunannya jika di bandingkan dengan bulan bulan kemarin,” kata Ratna Wardani .S.Ag selaku panitra yang didampingi oleh Ade Fauzi selaku Hakim bagian Humas PA, jum’at (26/06) hari ini kepada awak media di kantor Pengadilan Agama jalan Darmapraja Gunung Tinggi Batulicin.

Memang telah disadarai bahwa wabah virus corona ini sangat mempengaruhi terhadap tingkat percerain pasangan suami istri (pasutri) di Tanbu, terkait laporan yang ada, perceraian gugat cerai, dan cerai talak selama covid ini yang diajukan ke PA. Salah satu penyebab menurunnya gugatan perceraian pada maret hingga bualan juni terakhir ini karena beberapa faktor. Salah satunya kebijakan yang dibuat oleh PA Tanbu menerapkan pendaftaran gugatan hanya melalui online atau e-court.

Selain itu mungkin juga karena kebijakan pemerintah yang sangat ketat dalam rangka menangani covid-19. Apalagi dimasa sekarang ini, karena di Tanbu tidak memperlakukan PSBB, oleh karenanya masyarakat dihimbau agar tidak keluar rumah, dan secara otomatis masyarakat sedikit sekali yang datang ke PA.

Humas PA Batulicin melalui Hakim Ade Fauzi menyebutkan dalam langkah langkah menenangi kasus perceraian ini selama pandemi, “kebijakan pertama dari pusat Mahkamah Agung (MA) diperlakukan WFH, siapa yang WFH dan siapa yang WFO terkait penundaan sidang, kita inikan ada empat radius yang paling jauh itu radius empat, biasanya penundaan persidang kalau lokasi yang disidang itu pada lokasi radius satu, maka di tunda selama satu minggu, “ kata Ade.

Ia juga menambahkan, “kemudian juga ada beberapa halangan yang dialami warga yang mengajukan persidangan cerai atau talak, ada beberap desa yang di lockdown sehingga tertunda lagi persidangannya, kita juga ada panggilan tabayyun, pihaknya ini berada diluar wilayah yuridis PA Batulicin, nah itu bisa kita panggilkan biasanya satu bulan, kalau itu terpanggil sesuai juru sita dipihak yang kita mohonkan PA. Itu akan tertunda lagi persidangan, itulah kendala kami semala pandemi, namun proses persidangan tetap kami jalankan. Seluruh masyarakat yang ingin mengajukan gugatan tetap kami terima,” tambah Fauzi.*(BNews)