Tanbu Gelar Rakor Persiapan Vaksinasi Covid 19 Ditengah Isu Pro Kontra

0
54

BATULICIN, BalarindangNews.com – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) pada Rabu (6/1/2021) menggelar rapat persiapan vaksinasi Covid-19 di Ruang Rapat Bersujud. Rakor dibuka Plh. Sekretaris Daerah Dr. Ambo Sakka, Rabu (06/01/2021) diruang rapat Bersujud. Dihadiri Plt. Assisten Bidang Administrasi Umum Ir. H. Ridwan serta Kepala Dinas Kesehatan Kab. Tanbu H. Setia Budi SKM. Serta melibatkan jajaran TNI dan Polri.

Pertemuan tersebut bertujuan melakukan persiapan distribusi, penyimpanan vaksin sampai pada SDM dalam proses vaksinasi serta peluncuran yang rencananya akan serentak secara nasional pada 13 Januari 2021 mendatang.

Dalam arahannya, Ambo Sakka menyampaikan, secara medis Vaksin adalah tanggung jawab pihak Dinas Kesehatan yang sudah diberikan Pemerintah Daerah. Namun secara keamanan dalam distribusinya pihaknya menyerahkan keamanan pada TNI dan Polri. Lebih lanjut Ambo Sakka menerangkan, kenapa Vaksin harus mendapatkan penanganan khusus, kerena ini adalah vaksin yang pertama digulirkan pada tiap daerah, namun disamping itu pro kontra dimasyarakat tentunya pasti ada.

Vaksinasi atau imunisasi ini merupakan pemberian vaksin ke dalam tubuh seseorang untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit Covid-19.

“Kontraversinya dengan vaksin itu ada yang mengatakan halal maupun haram dan bermacam macam asumsi di masyarakat sehingga tugas kita selaku Pemerintah Daerah bersama TNI dan Polri untuk mengamankan, bahwa persoalan ini adalah sesuatu wajib kita laksanakan,”jelasnya.

Dia menambahkan, kalau melihat perkembangan dari Covid 19 ini kondisinya sangat memprihatinkan dengan angka penambahan 7000 lebih secara nasional. “Dengan kondisi ini kita hanya berdoa kepada Allah SWT dan terus berupaya agar rencana vaksinasi ini bisa berjalan secara maksimal,”paparnya.

Dalam hal proses Vaksinasi massal ini lanjut Ambo Sakka, aksinya bagaimana tugas Pemerintah Daerah untuk meyakinkan kepada masyarakat. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan dalam prosesnya sedang berhadapan dengan masyarakat yang anti dengan Vaksin tersebut.

Bahkan sambungnya, ada anggapan, lebih baik terpapar positif dari pada harus di Vaksin, hal ini adalah sebuah tantangan. “Padahal tujuan kita memvaksin itu agar menghindari positif dari penularan itu, maka itu diperlukan tindakan yang persuasif. Dan diharapkan peran Dinkes dan jajaran lainnya untuk melakukan sosialisasi yang optimal kepada masyarakat dan sasaran kita bisa berjalan,” imbuhnya.

Selain itu, untuk menjelaskan sosialisasi manfaat vaksinasi yang masif kepada masyarakat sampai ke pelosok desa juga perlu untuk dilakukan. Di samping itu juga, diharapkan dapat membentuk tim sosialisasi sampai ke desa yang sudah memiliki strategi yang jelas pada vaksinasi.*(BNews)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

5 + 8 =