DVI Berhasil Identifikasi 36 Sampel Potongan Tubuh Korban Sriwijaya Air

0
56

JAKARTA, BalarindangNews.com – Disaster Victim Identification (DVI) Polri telah mengidentifikasikan 36 sampel potongan tubuh (body part) dari 74 bagian tubuh yang diperoleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) hingga Senin (11/1/2021) malam. Body part itu diyakini bagian tubuh penumpang pesawat Sriwijaya Air yang jatuh di Perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Meski begitu, ke 36 sampel itu masih diidentifikasi lebih jauh. Artinya DVI masih melakukan penelusuran apakah 36 body part merupakan anggota tubuh dari korban yang berbeda atau satu kesatuan dari manusia yang sama.

“36 sampel hasil dari DVI bahwa yang kemarin yang kita bawa ada 36 sampel. Potongan itu kan akan dipisahkan sama dia mas, 36 itu total dari 74 bagian tubuh. Jangan jangan itu satu. Seperti yang sudah saya bilang kemarin bahwa yang kita prioritaskan adalah korban,” kata Kepala Kantor SAR Jakarta Hendra Sudirman, Selasa (12/1/2021). (Baca juga: Sriwijaya Air SJ-182 Tak Terbang 9 Bulan )

Sementara itu, 74 bagian tubuh merupakan hasil pencarian atau kerja sama yang dilakukan tim SAR gabungan, baik dari Basarnas, TNI, Polri, Kementerian Perhubungan, Bakamla, KPLP, KNKT, BMKG, dan seluruh Potensi SAR baik di permukaan maupun di dasar air.

Temuan bagian tubuh korban sudah diserahkan ke DVI. Sedangkan material pesawat diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Personel yang terlibat dalam operasi SAR secara keseluruhan sebanyak 3.818 orang. Alat utama yang digunakan meliputi 54 kapal, 18 Rigit Inflatable Boat (RIB), 3 helikopter, dan 33 ambulans. (Baca juga: Tim DVI Ambil Sampel DNA Keluarga Korban Sriwijaya Air di Makassar )

Sementara itu, masuk hari keempat usai maskapai penerbangan, Sriwijaya Air SJ-182 mengalami insiden kecelakaan di perairan Pulau Seribu, Jakarta, pada Sabtu (9/1/2021) kemarin, hingga Selasa hari ini, Tim SAR terus melakukan pencarian body part (bagian tubuh) para korban. Khusus untuk pencarian black box, hal itu menjadi konsentrasi TNI Angkatan Laut (AL). “Lokasi dan titik pencarian masih sama, ada tiga matra yang kita buat di sini, udara, permukaan, dan di laut. Sementara black box, kita masih fokus pada pencarian korban,” katanya.*(Suparjo Ramalan/sindonews)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

eighteen − 7 =