Aksi Tanam Pohon Ulin Serentak, Ambo Sakka : Sangat Bermanfaat dan Tinggi Nilai Ekonomis

0
43

BATULICIN, BalarindangNews.com – Mendukung gerakan Revolusi Hijau, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melaksanakan penanaman bibit pohon ulin yang dilakukan serentak di Kalimantan Selatan. Untuk wilayah Kabupaten Tanah Bumbu, Dinas Kehutanan Prov Kalsel melalui Kantor KPH Kusan melaksanakan penanaman pohon ulin di sekitar Hutan Kota di wilayah Kecamatan Batulicin, Jum’at (12/02/2021).

Penanaman serentak 10.000 Bibit Pohon Ulin Se-Kalimantan Selatan tersebut dicetuskan oleh Gubernur Kalsel H. Sahbirin Noor. Untuk pelaksanan di Kabupaten Tanah Bumbu, penanaman yang dilaksanakan di sekitar hutan kota sebanyak 70 batang pohon ulin dan kemudian nantinya juga akan dilakukan penanaman di 3 tempat berbeda yakni lokasi wisata Gua Liang Bangkai Kecamatan Mantewe, Desa Teluk Kepayang Kecamatan Kusan Hulu dan Bumi Perkemahan Kecamatan Angsana.

Penanaman pohon di Hutan Kota Batulicin diawali oleh Penjabat Sekretaris Daerah Tanah Bumbu, H Ambo Sakka. Pemkab akan menindaklanjuti penanaman lanjutannya. “Semua bibit yang dialokasikan kepada pemkab akan ditanam dan dipelihara dengan baik, sehingga bisa dipastikan terus tumbuh berkembang sesuai harapan,” ucapnya.

Pohon ulin ini merupakan tanaman endemik yang hanya ada di pulau Kalimantan. Menurutnya, penanaman kembali pohon ulin ini sangat bermanfaat dan bernilai ekonomis tinggi bagi masyarakat. “Ini akan menjadi warisan bagi anak cucu kita kedepan. Jadi harus dilestarikan dari kepunahan dan kalangkaan. Pohon ini sangat unik,” terang Ambbo Sakka.

Ambo Sakka juga berharap, keberadaan tanaman ini harus terus dikembangkan, karena nilai ekonomisnya sangat tinggi sehingga banyak pihak yang tergiur untuk memanfaatkannya. Jika tidak disadari, terus ditebang tanpa di imbangi dengan penanaman, maka potensi kepunahan sangat terbuka.

Adapun jumlah bibit yang ditargetkan untuk penanaman di Kabupaten Tanah Bumbu yakni sebanyak 1000 Batang pohon ulin. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah upaya penghijauan dengan menanam pohon endemik Kalimantan.

Sementara itu, Kepala Seksi Perlindungan Hutan Kantor KPH Kusan, Dawan, lahan kritis dan sangat kritis di Kabupaten Tanah Bumbu mencapai 67.008 hektar (Ha). Ia mengaku lahan kritis itu diduga akibat aktivitas ladang berpindah dan perambahan. “Namun secara perlahan tapi pasti, Pemerintah Provinsi Kalsel menggandeng Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu gencar melakukan perbaikan dengan penghijauan secara berkelanjutan, seperti kegiatan penanaman hari ini,” kata Dawan.*(BNews)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

19 + 17 =