Plh. Bupati Tanbu Ikuti Arahan Virtual Presiden RI Tangani Karhutla

0
19

BATULICIN, BalarindangNews.com – Saudara, Senin (22/02/2021), Plh Bupati Tanah Bumbu H Ambo Sakka bersama Kasdim 1022, Kajari, BPBD dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengikuti pidato arahan Presiden secara virtual terkait pengendalian dan pencegahan kebakaran hutan Tahun 2021, di ruang digital live room Kantor Bupati Tanah Bumbu.

Dalam pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan pengarahan pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2021 di Istana Negara, Jakarta, Senin, (22/2/2021).

Presiden mengatakan Rakornas pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) rutin dilaksanakan setiap tahun sejak 2015. Tujuannya untuk mengingatkan pejabat di daerah agar tidak lupa pada aturan main, terutama pejabat baru di daerah yang rawan terjadi Karhutla. “Untuk mengingatkan baik kepada para gubernur, bupati, wali kota, Pangdam, Dandim, Danrem, Kapolda, Kapolres. Terutama ini, terutama, jika ada pejabat-pejabat yang baru di daerah-daerah yang rawan bencana kebakaran,” kata Presiden.

Aturan main yang dimaksud yakni sanksi tegas hingga pencopotan pada pejabat daerah, apabila tidak mampu menangani Karhutla. “Kalau, jadi kalau, di wilayah saudara-saudara ada kebakaran dan membesar, dan tidak tertangani dengan baik. Aturan mainnya tetap sama. Belum saya ganti. Saya kira kita masih ingat semuanya. Kalau yang ikut rutin setiap tahun pertemuan seperti ini dengan saya. Pasti semuanya masih ingat. Yaitu, dicopot. Yaitu, diganti. Jelas? meskipun saya baru perintah ke panglima dan kapolri baru dua kali,” kata Presiden.

Presiden kembali menegaskan bahwa aturan main tersebut telah disepakati sejak 2016 dan masih berlaku. Oleh karena itu para pejabat baru di daerah, mulai dari Pangdam, Danrem, Dandim, Kapolda, dan Kapolres agar bisa memperhatikan aturan main tersebut. “Jadi kali ini saya ulang lagi, ini hanya untuk yang pejabat-pejabat baru agar tahu aturan main ini,” tegasnya.

Lebih lanjuy, Presiden RI Joko Widodo mengatakan bahwa setiap tahun sejak 2015, pemerintah rutin menggelar pertemuan/rapat terkait karhutla. Untuk mengingatkan agar tidak lupa pada aturan yang disepakati pada tahun 2016.

Untuk Pangdam dan Kapolda, apabila di wilayahnya terjadi kebakaran hutan yang tidak dapat tertangani maka akan diganti. Berdasarkan data BMKG, sampai bulan April, di wilayah Indonesia curah hujan masih cukup tinggi. “Puncaknya pada bulan Agustus, kita harus waspadai dan persiapankan penanganan karhutla,” kata Jokowi.

Presiden juga menyampaikan langkah-langkah dalam penanganan karhutla. Yakni prioritas dalam pencegahan, prioritaskan pemantauan bagi daerah yang rawan karhutla, update data, infrastruktur monitoring data sampai bawah, pencarian solusi yang permanen dalam penanganan karhutla. “99 persen faktor utama dalam karhutla adalah ulah manusia,” kata Presiden RI.*(BNews)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

four × 5 =