Tim Penilai Lomba Asman Toga Kunjungi Desa Majumulyo

0
20

MANTEWE, BalarindangNews.com– Tim penilai lomba Asuhan Mandiri Tanaman Obat Keluarga (Asman Toga) dan Akupresur tingkat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Tahun 2021 melakukan verifikasi lapangan di Desa Majumulyo, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu. Tim Penilai Provinsi, didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tanah Bumbu, Hj. Wahyu Windarti Zairullah, Wakil Ketua PKK Suci Annisa Rusli, dan Ketua Dharma Wanita Kabupaten, Hj. Hasnah Ambo Sakka melakukan penilaian terjun ke lokasi kader keluarga binaan, Kamis (02/09/2021).

Tahun 2021 ini, Desa Majumulyo, Kecamatan Mantewe didaulat sebagai wakil Bumi Bersujud dalam ajang lomba asuhan mandiri kesehatan tradisional tingkat Provinsi Kalimantan Selatan. Salah satu yang dinilai dalam lomba ini asuham mandiri taman obat keluarga (Asman Toga). Diantaranya dengan menyambangi lokasi kader keluarga binaan di RT 5 Desa Maju Mulyo. Di lokasi itu, tim penilai melakukan pengecekan taman toga dan praktek pembuatan jamu serta akupresur.

Penilaian ini hanya untuk membangkitkan semangat di masyarakat maupun pihak terkait agar bisa lebih memanfaatkan Toga dan Akupresur, sebab inti dari penilaian ini adalah benar-benar untuk mengetahui pemanfaatan Toga dan Akupresur. Dari hasil penilaian nantinya akan diketahui apakah Toga dan Akupresur sudah dimanfaatkan atau tidak, disamping kesehatan tradisional ini perlu disosialisasikan dan dikembangkan di masyarakat karena sangat penting.

Sementara itu, Camat Mantewe Syafrudin menyampaikan, penilaian lomba dari provinsi didampingi langsung oleh PKK Kabupaten Tanah Bumbu agar mempermudah dalam penilaian daei tim verifikasi. “Tim Penggerak PKK Kabupaten Tanah Bumbu ikut terjun mendampingi tim penilai provinsi. Mereka mengecek langsung ke lapangan,” katanya.

Menurutnya, bertandang ke tempat kader keluarga binaan menjadi salah satu kriteria penilaian tim. Karena kriteria ini sangat penting dalam menentukan kemenangan. “Kami melakukan persiapan sebelum penilaian. Dari sosialisasi, edukasi dan penyuluhan untuk mematangkan kesiapan menyambut kedatangan tim penilai,” lanjutnya.

Syafrudin menyebutkan, desa ini menjadi pusat bahan pengobatan tradisonal dengan memanfaatkan lahan pekarangan melalui tanaman hidup. “Kecamatan Mantewe terus melakukan pembinaan, dan penyuluhan agar sentra taman toga ini terus dipertahankan,Sehingga masyarakat tak perlu harus jauh-jauh mendapatkan pengobatan tradisonal. Ia berharap desa ini menjadi pemicu agar desa lainnya juga mengikuti jejak serupa. ” terangnya.

Lebih lanjut, Syarifudin menyampaikan, pihaknya optimis, Desa Majumulyo mampu menorehkan dalam ajang tingkat provinsi ini, karena memiliki kekhasan. “Saya berharap Desa Majumulyo bisa menjadi wakil Kalimantan Selatan untuk perlombaan dilevel lebih tinggi, yakni tingkat nasional kedepannya,” harapnya.

Dikatakannya, Desa Majumulyo dipilih mewakili kabupaten tanah bumbu setelah menjadi juara di tingkat kabupaten bersama Desa Mustika, Kecamatan Kuranji untuk 2021. Bedanya Desa Mustika masuk kategori desa maju, sedangkan Dea Majumulyo masuk kategori desa tertinggal.

Sementara Kepala Desa Maju Mulyo, Sunarno mengaku sebenarnya desa mereka sudah tidak termasuk lagi kategori desa tertinggal sejak 2019 lalu. “Tapi kami tetap lanjutkan mengikuti penilaian dalam ajang ini, untuk membuat sejarah,” tegas Sunarno.

Melalui prestasi di ajang perlombaan ini pihaknya akan membuktikan desa mereka layak menjadi desa berkembang.*(BNews)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

two × one =