21 July 2019

Kapolri Intruksikan Seluruh Humas Polri Jalin Kerjasama dengan Media Online

Paste a VALID AdSense code in Ads Elite Plugin options before activating it.

Kapolri Jenderal Prof H Tito Karnavian.(FOTO : riauone.com)

JAKARTA, BalarindangNews.com - Kapolri Jenderal Prof H Tito Karnavian perintahkan jajaran humas di seluruh kepolisian mulai dari Polda, Polres, hingga Polsek untuk menjalin kerjasama dengan seluruh media online yang ada di Indonesia.Kerjasama itu dilakukan untuk mempercepat akses informasi kegiatan di Kepolisian serta memperkuat solidaritas kemitraan dengan media online sebagai bentuk profesionalisme dan revolusi mental Polri. 

Read more: Kapolri Intruksikan Seluruh Humas Polri Jalin Kerjasama dengan Media Online

Siswi SD Tewas Tertabrak Honda Brio

Paste a VALID AdSense code in Ads Elite Plugin options before activating it.

Nova Agustina (20) pengemudi Hondra Brio yang menabrak Menah (10) digiring petugas untuk diamankan.(FOTO : BNews)

PAGATAN,  BalarindangNews.com - Diketahui Enggel Mainah Umaria, dengan sapaan Menah (10) binti Musdir selaku korban siswi SD Teratai warga desa Mudalang RT.6 Pagatan kab Tanah Bumbu ini, selasa (5/6) sore tadi sekitar pukul 17.30 WITA,  ditabrak mobil hingga terbawa diatas kap sejauh kurang lebih 50 meter hingga tewas secara menengaskan dan jatuh kejalan kawasan Desa Mudalang Pagatan, kec Kusan Hilir, Kab Tanbu.

Read more: Siswi SD Tewas Tertabrak Honda Brio

Membandingkan 2 Kasus Remaja Penghina Jokowi

Paste a VALID AdSense code in Ads Elite Plugin options before activating it.

Ilustrasi ujaran kebencian. (Foto:Pixabay)

JAKARTA, BalarindangNews.com - Kasus remaja berinisial RJ (16) (sebelumnya ditulis RJ berdasarkan keterangan polisi) yang menghina Presiden Joko Widodo mengingatkan kembali dengan kasus serupa yang menimpa MFB (19). Remaja asal Sumatera Utara itu dicokok polisi pada pertengahan Agustus 2017. Saat itu usianya sudah 18 tahun lebih.

kumparan lalu mencoba membandingkan kedua kasus yang menimpa remaja tersebut sebagai berikut: 

1.      Kasus MFB 

MFB ditangkap polisi setelah mengunggah tulisan bernada hinaan kepada Jokowi dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Facebook atas nama Ringgo Abdillah. Akun itu dilaporkan oleh warga yang menyebut Ringgo atau MFB dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang bernuansa penghinaan dan atau menimbulkan rasa permusuhan terhadap Jokowi dan Tito.

Ringgo ditangkap Satreskrim Polrestabes Medan di kediamannya, Jalan Bono No.58F Kel.Glugur Darat 1, Medan Timur Kodya. Kepada polisi, ia mengaku sudah putus sekolah sejak 2012.

Status Ringgo yang dilaporkan ke polisi adalah sebagai berikut:

"Di hari kemerdekaan Indonesia ke-72, gue akan merayakannya dengan menginjak foto Jokowi... Gue berharap di waktu yang akan datang bisa menginjak kepala Jokowi sampai pecah, biar perlu otaknya juga berserakan di tanah. #DirgahayuIndonesia72 

MFB lalu dijerat dengan Pasal 45 ayat 2 Jo Pasal 28 ayat 2 subsidair Pasal 27 ayat 3 UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Saat diperiksa polisi, MFB mengaku berani melakukan aksi tersebut lantaran tak puas dengan kinerja pemerintah. Ia juga mengaku, ada 30 akun Facebook yang dikelolanya untuk menghina Jokowi. 

MFB, penghina Jokowi lewat Facebook (Foto:humas.polri.go.id) 

Saat itu, Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Sandi Nugroho mengatakan, ada banyak kejanggalan dalam kasus MFB tersebut. Ia juga menyebut, pola kerja yang dilakukan MFB, sama dengan yang dilakukan Saracen. "Yang jelas adalah polanya Ringgo sama dengan polanya Saracen, dia juga menggunakan KTP palsu, jadi KTP yang sudah diedit. Sehingga itu bisa dipublikasikan untuk bisa melakukan penistaan terhadap orang maupun untuk mengadu domba dengan kelompok-kelompok lain," ungkap Sandi di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (30/8/2017). 

Pada Januari 2018, MFB akhirnya menjalani serangkaian sidang atas kasusnya. Saat sidang vonis digelar, MFB divonis 18 bulan atau 1,5 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Medan.

Ia dianggap bersalah melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Ekonomi karena menghina Jokowi melalui Facebook. Hakim juga menghukum MFB untuk membayar denda sebesar Rp 10 juta. "Jika denda tidak dibayar, maka diganti dengan penjara selama satu bulan," sebut putusan hakim Pengadilan Negeri Medan, seperti dikutip dari AFP, Selasa (16/1).

Putusan hakim kepada MFB lebih ringan dari tuntutan jaksa. Dalam sidang yang berlangsung pada Rabu (3/1), jaksa meminta MFB dihukum dua tahun penjara. Setelah mendengarkan putusan hakim, MFB menyatakan tidak mengajukan banding. Dia menerima putusan hakim.

 

2.      Kasus RJ

 

RJ dan MFB adalah dua remaja yang terlibat kasus yang sama: keduanya sama-sama menjadi pelaku penghina Jokowi. RJ ditangkap Polda Metro Jaya di rumahnya, di daerah Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (23/5). Penangkapan RJ bermula saat sebuah video berdurasi 19 detik viral. Video yang diunggah akun instagram @jojo_ismyname itu, berisi soal RJ yang menghina dan mengancam akan membunuh Jokowi.

Kepada polisi RJ mengaku hanya iseng. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Argo Yuwono, RJ hanya ingin menguji seberapa cepat polisi bisa menangkapnya. "Jadi ini termasuk dalam kenakalan remaja, niatnya untuk lucu-lucuan saja karena mendapat tantangan dari temannya untuk buat video," kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (23/5). 

Kombespol Argo Yuwono. (Foto:Fitra Andrianto/kumparan) 

Ia juga menjelaskan video tersebut dibuat tiga bulan lalu di SMA RJ di daerah Kembangan, Jakarta Barat. Menurut Argo RJ yang masih di Bawah umur tidak paham dengan dampak dari video tersebut.Itu kan video sudah lama dibuatnya, dengan maksud untuk lucu-lucuan dengan teman-temannya. Kemudian dia kan masih dibawah umur, sehingga dia tidak paham dengan dampak yang akan ditimbulkan dari ucapannya itu, ucap Argo.

Saat ini RJ masih diperiksa intensif di Polda Metro Jaya. Selain RJ, polisi juga memeriksa temannya. Saat ini Polisi masih lakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

Tak hanya itu, orang tua RJ, rupanya juga telah meminta maaf kepada publik. Melalui instagram @warung_jurnalis, dan orang tuanya menyampaikan permohonan maaf kepada Jokowi di dalam ruang pemeriksaan Polda Metro Jaya.

Selain meminta maaf kepada Jokowi, mereka juga turut meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Ana (SPPA), kasus RJ termasuk ke dalam kasus anak yang berkonflik dengan hukum. Sehingga, polisi juga harus menerapkan proses hukum sesuai undang-undang tersebut.

Pengkatogorian usia anak itu disebutkan dalam pasal 1 UU SPPA:

Anak yang Berkonflik dengan Hukum adalah anak yang telah berumur 12 (dua belas) tahun, tetapi belum berumur 18 (delapan belas) tahun yang diduga melakukan tindak pidana.

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti mengatakan, hukuman kepada RJ tak harus melalui hukuman penjara. "Hukuman atau sanksi terhadap anak tidak selalu harus hukuman kurungan (penjara) tetapi bisa juga menggunakan pembinaan atau rehabilitasi," ucap Retno.*(kumparan)

 

 

Rusuh Mako Brimob, Pengamat: Kembalikan Ahok ke Cipinang

Paste a VALID AdSense code in Ads Elite Plugin options before activating it.

erpidana kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama atau AhokMako Brimob tidak lagi menjadi tempat yang aman bagi Ahok.(FOTO : Antara/Ubaidillah)

JAKARTA, BalarindngNews.com- Rumah Tahanan (Rutan) Markas Korps Brimob di Depok tidak seharusnya menjadi lokasi mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjalani masa hukumannya. Ahok seharusnya dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang.

Read more: Rusuh Mako Brimob, Pengamat: Kembalikan Ahok ke Cipinang

Polisi Ditusuk Pascarusuh di Mako Brimob, IPW: SOP Lemah

Paste a VALID AdSense code in Ads Elite Plugin options before activating it.

Foto: Grandyos Zafna/detikcom

JAKARTA, BalarindangNews.com - Peristiwa penusukan polisi pascarusuh napi teroris di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, menunjukkan SOP Polri masih lemah. Petugas seharusnya melakukan pemeriksaan tubuh terhadap seseorang yang dicurigai.

Read more: Polisi Ditusuk Pascarusuh di Mako Brimob, IPW: SOP Lemah

Wakapolri: Operasi Sudah Berakhir Pukul 07.15, Seluruh Napi Menyerahkan Diri

Paste a VALID AdSense code in Ads Elite Plugin options before activating it.

FOTO : BNews

JAKARTA,  BalarindangNews.com - Alhamdulillah kita dapat menanggulangi ini dengan meminimize korban. Operasi berakhir 7.15 tadi, sudah selesai,” ujar Wakapolri dalam jumpa pers di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Kamis (10/5).

Read more: Wakapolri: Operasi Sudah Berakhir Pukul 07.15, Seluruh Napi Menyerahkan Diri

Popular1

Popular2

Popular3

Popular4

Popular5