23 August 2019

Rusuh Mako Brimob: Lima anggota Densus 88 tewas, satu disandera, para napi teroris ajukan tuntutan

Paste a VALID AdSense code in Ads Elite Plugin options before activating it.

FOTO : Ist

JAKARTA, BalarindangNews.com - Lima orang petugas polisi satuan anti teror Densus 88 dipastikan tewas, dan seorang lagi masih disandera sejumlah narapidana terorisme, dan seorang teroris ditembak mati dalam kerusuhan di rumah tahanan terpidana teroris di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Juru bicara Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan bahwa para napi teroris itu mengajukan tuntutan untuk pembebasan sandera. "Ini ada tuntutannya, namun tidak bisa kami buka," katanya dalam jumpa pers di Mako Brimob, Selasa (9/5).

Seorang wartawan bertanya tentang hubungannya dengan Aman Abdurrachman, seorang tersangka tokoh ISIS di Indonesia, namun Setyo wasisto tak brsedia menjawab.Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen M Iqbal, mengatakan kepada wartawan di sekitar Mako Brimob, "Jadi kami sampaikan bahwa lima petugas kami gugur, dan seorang masih disandera. Kami masih melakukan berbagai upaya penyelesaian, dan situasinya sudah lebih kondusif."

"Dari pihak teroris, seorang teroris terpaksa kami tembak mati saat melawan dan berusaha merebut senjata dari petugas," tambahnya.

Tentang kabar bahwa ada kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) yang menyebut bahwa para pelaku kerusuhan itu adalah 'tentara' mereka, Iqbal mengatakan, "Itu tidak benar.

Disebutkan oleh Iqbal, pada Selasa (8/5) malam itu, "terjadi keributan, sehingga beberapa petugas kami disandera. (Awalnya) ada enam disandera sejak kemarin."

"Senjata (para petugas itu) direbut oleh para narapidana teroris," tambahnya.

Iqbal tak menyebut berapa banyak napi teroris yang terlibat dan bagaimana situasinya sehingga enam polisi terlatih bisa disandera.Situasi berkembang panas, dan lima polisi yang disandera itu kemudian tewas, semantara seorang napi kasus teroris tewas terbunuh.

Sekarang, kata Iqbal, "seorang petugas polisi masih disandera."

Sejak semalam, kata Iqbal, polisi melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan situasi."Alhamdulillah situasi sangat terkendali karena kami mengutamakan upaya persuasif yaitu negosiasi kepada beberapa tahanan yang ingin dan mau diajak untuk komunikasi," katanya lagi.

Sebelumnya ia mengatakan, "Memang di media-media maupun media sosial (ceritanya) berkembang. Nah saya, kan, ada di TKP sejak tadi malam. Saya lihat tahap demi tahap bahwa apa yang diklaim oleh si A, B, dan lain-lain itu sama sekali tidak benar," katanya seperti dikutip Kompas.

Penjelasan Iqbal ini mengkahiri teka-teki sejak Selasa tengah malam, saat kejadian itu meletus. Berbagai desas-desus beredar, namun polisi tutup mulut, dan wartawan bahwakan dihalau agar menjauh dari sekitar Mako Brimob.

Rabu pagi, kepada wartawan Iqbal hanya membenarkan bahwa memang terjadi insiden di sana, pada Selasa (8/5) malam, gara-gara urusan remeh temeh."Pemicunya adalah hal yang sepele, pemicunya adalah masalah makanan," kata Iqbal kepada para wartawan yang menunggu perkembangan sekitar gerbang Mako Brimob, Rabu (9/5).

"Sesuai SOP (Standar Prosedur Operasional), makanan (dari luar untuk tahanan) diverifikasi oleh (petugas) kami. Untuk memeriksa apakah ada barang-barang lain (yang diselundupkan dalam makanan). Lalu terjadi keributan, cekcok," kata Iqbal pula.

Namun saat itu ia masih juga tidak bersedia membrikan rincian lebih jauh, memunculkan banyak tanda tanya. Terlebih karena ada apa yang disebut pernyataan dari ISIS bahwa yang melakukan kerusuhan itu adalah anggota mereka. Pernyataan ini belum bisa diverifikasi.

Mabes Poliri mengkaui ada kerusuhan di Mako Brimob Kelapa Dua namun tanpa rincian lebih lanjut.Di berbagai kalangan beredar pula laporan, yang seakan datang dari kalangan polisi, mengenai jumlah senjata yang direbut tahanan, jumlah korban tewas dan luka.Mako Brimob Kelapa Dua selama ini menjadi tempat tahanan bagi para tersangka hingga narapidana teroris karena memiliki sistem keamanan berlapis.

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, juga ditahan di sini setelah dinyatakan bersalah dalam dakwaan penistaan agama Islam, tahun lalu.Brigjen M Iqbal mengatakan, "Saat ini kami sedang melakukan tindakan-tindakan kepolisian, baik soft approach (pendekatan lunak) maupun tindakan-tindakan lain. Saat ini sedang berproses."

Dia juga mengimbau masyarakat agar tidak terhasut dengan semua informasi yang ada di media sosial yang sudah beredar, "Foto dan informasi-informasi jangan dipercaya sebelum memvonis itu benar."

Sebuah pesan di Twitter -yang dilengkapi beberapa foto- menulis 'tahanan Anshar Daulah Islamiyyah berhasil merebut senjata dari pasukan Brimob. Menewaskan beberapa personil Brimob'.

Ada juga pesan yang menyebut para napi teroris berhasil merebut senjata dari gudang di sana.

Akhirnya polisi membenarkan sebagian desas-desus itu.(bbc)

 

 

Popular1

Popular2

Popular3

Popular4

Popular5