22 September 2019

Paparazi, Inovasi Baru Cegah Stunting

Paste a VALID AdSense code in Ads Elite Plugin options before activating it.

FOTO : Ist 

BATULICIN, BalarindangNews.com–Saudara, Selasa (09/07/2019) Bupati Tanah Bumbu (Tanbu), H. Sudian Noor menghadiri Launching Penanganan Pencegahan Stunting melalui Pemanfaatan Pekarangan Rumah Sadar Gizi (Paparazi), di Aula Puskesmas Batulicin, Kecamatan Batulicin, Kabupaten Tamah Bumbu.

Kegiatan tersebut juga dihadiri secara langsung oleh Ketua TP PKK Tanbu Hj. Sadariah, Kepala Dinas Kesehatan Drs.H.M. Damrah, S. Sos, M. Si, dan 59 Ibu Hamil dari 7 (Tujuh) Desa dan 2 (Dua) Kelurahan di wilayah Kecamatan Batulicin. 

Paparazi merupakan inovasi dari Puskesmas Batulicin dalam rangka penanganan pencegahan stunting di wilayah kerja Puskesmas Batulicin. Inovasi Paparazi diprakarsai oleh Kepala Puskesmas Batulicin drg S. Puji Lestari dan dilatar belakangi upaya pemerintah untuk menekan serta mencegah terjadinya kasus stunting di Tanbu. Launching inovasi Paparazi diisi pula dengan penyerahan menu makanan bergizi oleh Ketua TP PKK Tanbu Hj Sadariah kepada Ibu Hamil. 

Stunting bukan hanya pada tinggi tubuh yang terhambat, stunting juga dapat mengakibatkan mudah sakit, berkurangnya kemampuan kognitif, fungsi tubuh tidak seimbang dan mengakibatkan postur tubuh tidak maksimal pada saat dewasa. 

Bupati Tanbu H. Sudian Noor dalam sambutanya mengatakan kesehatan ibu hamil menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena merekalah yang melahirkan generasi Tanah Bumbu yang menjadi penerus pembangunan daerah.Terkait inovasi paparazi, Bupati berharap bisa diterapkan dilingkungan tempat tinggal ibu hamil sehingga setiap hari asupan gizi mereka tercukupi dan bayi yang lahir tidak stunting. “Inovasi ini sangat bagus dalam rangka meningkatkan gizi keluarga sehingga mampu mencegah stunting," kata Bupati. 

Secara terpisah, Kepala Puskesmas Batulicin, drg. S. Puji Lestari menyampaikan, salah satu faktor penyebab anak menderita stunting yaitu kurangnya asupan gizi disaat ibu sedang hamil. Oleh karena itu, ia meluncurkan inovasi pemanfaatan pekarangan rumah sadar gizi (Paparazi) agar asupan gizi ibu hamil terpenuhi. “Sasaran inovasi paparazi ini adalah pekarangan rumah ibu hamil ditanami sayur dan buah-buahan dengan harapan hasilnya dikonsumsi oleh ibu hamil sehingga berdampak pada kesehatan ibu dan bayi yang dikandungnya,” katanya. 

Lebih lanjut, drg. S. Puji Lestari berharap Paparazi ini dapat menginspirasi pemerintah desa untuk membuat peraturan yang mewajibkan setiap warga menanam sayur di halaman rumah ibu hamil. Banyak manfaat yang bisa dicapai dengan adanya Paparazi ini, diantaranya manfaat bagi Puskesmas yaitu meningkatnya cakupan status gizi masyarakat, mencegah kasus stunting di wilayah kerja Puskesmas, dan meningkatnya capaian standar pelayanan minimal. 

Sedangkan manfaat bagi stakeholder yaitu meningkatnya status kesehatan desa dan kelurahan, mewujudkan Kecamatan Batulicin Sehat, dan menekan dan mencegah kasus stunting di Tanbu. Sedangkan manfaat bagi masyarakat adalah mempermudah masyarakat mendapatkan bahan pangan bergizi untuk di konsumsi keluarganya, mengurangi pengeluaran keluarga, mendapatkan pengetahuan tentang jenis-jenis makanan bergizi bagi keluarga, meningkatkan pendapatan keluarga, dan meningkatkan status gizi keluarga. 

Melalui launching Paparazi ini, para stake holder dan para kader juga masyarakat akan menjadi lebih paham dan peduli dengan stunting, para kader dan ibu-ibu disini jadi bertambah wawasannya mengenai apa yang harus dilakukan pada periode 1000 HPK. Yaitu pada saat ibu hamil, dan juga pada saat setelah kelahiran sampai usia 2 tahun.*(BNews)

Popular1

Popular2

Popular3

Popular4

Popular5